Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat terhadap obyek sengketa perkara di Pengadilan Agama Sengkang
Pemeriksaan Setempat atau descente ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim dapat melihat sendiri memperoleh gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sengketa.

Jum’at, 13 Mei 2022 Pengadilan Agama Sengkang mengadakan sidang Pemeriksaan Setempat (Descente) di wilayah hukum Pengadilan Agama Sengkang. Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat tersebut, berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 180 R.Bg.

Pemeriksaan Setempat dilakukan terhadap sejumlah objek sengketa dalam perkara Maal Waris Nomor 407/Pdt.G/2021/PA.Skg. Setelah melakukan berbagai persiapan, sekitar pukul 09.00 WITA, Pemeriksaan Setempat dilaksanakan dengan Tim yang terdiri dari Munawar, M.H., Helvira, S.H.I., M.H. dan Hilmah Ismail, S.H.I., selaku Hakim serta dibantu Hayad Jusa, S.Ag, , selaku Panitera Pengganti dan Gusti Hasan, S.H. sebagai Juru Sita. Sidang tersebut dihadiri oleh Penggugat dan Tergugat, selain itu hadir juga di lokasi sidang Pemeriksaan Setempat Kepala Desa Lompoloang dan Desa Abbanderangnge, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo dalam proses sidang Pemeriksaan Setempat tersebut.

Tim langsung melakukan pemeriksaan dan mencocokkan dengan bukti yang ada dalam berkas perkara dan bukti dilangan. Pengukuran tanah yang menjadi obyek sengketa tersebut untuk mengetahui luas tanah yang sebenarnya dan mengecek batas-batasnya. Meskipun pemeriksaan setempat bukan alat bukti sebagaimana Pasal 164 HIR, tetapi oleh karena tujuannya agar hakim memperoleh kepastian peristiwa yang disengketakan, maka fungsi pemeriksaan setempat hakekatnya adalah sebagai alat bukti. Kekuatan pembuktiannya sendiri diserahkan kepada hakim. Setelah berlangsung dengan aman dan tertib meskipun cuaca hujan tidak menyulutkan semangat tim untuk melaksanakan Pemeriksaan Setempat dan selama lebih kurang 5 jam dan dirasa cukup, maka Majelis Hakim menutup sidang Pemeriksaan Setempat pada hari itu.

Sidang pemeriksaan setempat (Descente) adalah termasuk tahapan persidangan, Majelis Hakim akan turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi (riil) terhadap objek sengketa, apakah objek sengketa yang terungkap dipersidangan sesuai dengan kondisi (riil) dilapangan, jangan sampai putusan Pengadilan Agama Tutuyan yang dihasilkan akhirnya nanti non executable (eksekusi yang tidak dapat dijalankan).
