Analisis Beban Kerja

Guna mendukukung Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 378/SEK/SK/V/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan Di Lingkungan Mahkamah Agung dan Bawahnya, Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 415/SEK/SK/V/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Beban Kerja Di Lingkungan Mahkamah Agung dan Bawahnya,  Sekretaris PA Sengkang melakukan Analisa Beban Kerja untuk menetapkan jumlah jam kerja seseorang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu.

Tujuan analisis beban kerja bukan hanya sebgai bentuk pengawasan akan tetapi juga sebagai tolak ukur  untuk menentukan berapa jumlah pegawai/personalia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan menentukan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang pegawai.

Metode Analisis Beban Kerja

Selain menggunakan metode yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia juga digunakan metode atau pendekatan umum yang dilakukan Pengadilan Agama Sengkang guna mendapatkan informasi yang diperlukan dalam analisi beban kerja ini yaitu:

Pendekatan Organisasi
Melalui pendekatan organisasi sebagai informasi, maka akan didapatkan informasi seperti ama jabatan, struktur organisasi, tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab, kondisi kerja, tolok ukur tiap pekerjaan, proses pekerjaan, hubungan kerja serta persyaratan seperti : fisik, mental, pendidikan, ketrampilan, kemampuan dan juga pengalaman.

 

Berdasarkan pendekatan ini, bisa dibuat prosedur kerja dalam pelaksanaan kerja yang menggambarkan kerja sama dan koordinasi yang baik. Kegiatan dan juga hubungan antar unit organisasi perlu dibuat secara tertulis sehingga para pegawai mengetahui bagaimana cara melakukan dan siapa saja pegawai yang harus mengadakan hubungan kerja.

Kemudian, tugas dan fungsi tiap satuan kerja dihitung beban tugasnya. Karena belum adanya ukuran beban tugas maka untuk mengatasi hambatan yang terjadi perlu kesepakatan tiap satuan kerja yang sejenis. Dengan begitu, ukuran beban tidak hanya satu, namun bisa dua, tiga atau bahkan lebih.

Pendekatan Analisis Jabatan
Jabatan yang dimaksudkan disini tidak terbatas pada jabatan struktural dan fungsional, namun diarahkan pada jabatan non struktural yang bersifat umum dan teknis. Dengan melakukan penfekatan ini maka akan didapatkan berbagai informasi jabatan, seperti identitas jabatan, hasil kerja, beban kerja dan rincian tugas. Kemudian, informasi hasil kerja dan rincian tugas dimanfaatkan sebagai bahan pengkajian beban kerja.

 

Pendekatan Administratif
Melalui pendekatan ini maka akan diperoleh berbagai informasi yang mencakup berbagai kebijakan dalam organisasi ataupun yang berkaitan erat dengan sistem administrasi kepegawaian.

Teknik Perhitungan Beban Kerja

Analisis beban kerja dilakukan dengan cara membandingkan beban kerja dengan norma waktu dan volume kerja. Target beban kerja ditentukan berdasarkan rencana kerja atau sasaran yang harus dicapai oleh tiap jabatan.

Data volume kerja terdapat pada setiap unit kerja, sedangkan norma waktu hingga kini belum banyak diperoleh sehingga bisa dijadikan faktor tetap yang sangat menentukan dalam analisis beban kerja.

Teknik perhitungan beban kerja yang dapat digunakan yaitu perhitungan yang bersifat praktis empiris yaitu perhitungan yang didasarkan pada pengalaman basis pelaksanaan kerja masa lalu. Berdasarkan sifat beban kerja, pengukuran kerja pada tiap jabatan meliputi:

a. Pengukuran kerja untuk beban kerja abstrak

Untuk mengukur beban kerja abstrak diperlukan beberapa informasi antara lain :

  • Rincian / uraian tugas jabatan
  • Frekuensi setiap tugas dalam satuan tugas
  • Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas
  • Waktu Penyelesaian Tugas merupakan perkalian beban kerja dengan norma waktu
  • Waktu kerja efektif

b. Pengukuran kerja untuk beban kerja konkret

Untuk mengukur beban kerja konkret diperlukan beberapa informasi antara lain:

  • Rincian tugas jabatan
  • Satuan hasil kerja
  • Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas
  • Target waktu kerja dalam satuan waktu
  • Volume kerja adalah perkalian beban kerja dengan norma waktu
  • Waktu kerja efektif

Pedoman Analisa Beban Kerja

http://bawas.mahkamahagung.go.id/bawas_doc/doc/sk_sekma_anjab.pdf

Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 415/SEK/SK/V/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Beban Kerja Di Lingkungan Mahkamah Agung dan Bawahnya,  http://bawas.mahkamahagung.go.id/bawas_doc/doc/sk_sekma_415.pdf

Hasil Analisa Beban Kerja di Pengadilan Agama Sengkang

Hits: 58

Alih Bahasa »